Hakekat Manusia
dan Peradaban
DOSEN PEMBIMBING :
Riska Mahendra Putra,
S.pd., M.Kom
DI SUSUN OLEH :
1.
Hardian
2.
Luqman Khairullah
3.
First Rahmad A.R
4.
Moh zainur rohim
5.
Muhammad Nur Lukman
PENDIDIKAN
TEKHNOLOGI INFORMASI
STKIP PGRI
SITUBONDO
TAHUN AKADEMIK
2016 – 2017
DAFTAR ISI
Daftar Isi
…………………………………………………………………… ii
Bab I
PENDAHULUAN
……………………………………………… 1
A. Latar Belakang
……………………………………………………. 1
B. Rumusan Masalah
…………………………………………………. 2
C. Tujuan ……………………………………………………………. 3
Bab II
PEMBAHASAN
………………………………………………… 3
A. Hakekat Manusia
dan Peradaban
……………………....…………... 3
B. Wujud dan Perkembangan Peradaban…………………….............. 4
C. Peradaban dan Perubahan Sosial ……………..………….………..... 5
D. Masyarakat yang Beradab ………………………………………….. 5
E. Problematika
Peradaban dalam Kehidupan Masyarakat ................. 10
Bab III PENUTUP ……………………………………………………….
11
A. Kesimpulan
………………………………………………………… 11
Daftar Pustaka
……………………………………………………………. 13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia
merupakan makhluk yang mempunyai akal, jasmani dan rohani. Melalui akalnya
manusia dituntut untuk berfikir menggunakan akalnya untuk menciptakan sesuatu
yang berguna dan bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun untuk orang lain.
Melalui jasmaninya manusia dituntut untuk menggunakan fisik / jasmaninya
melakukan sesuatu yang sesuai dengan fungsinya dan tidak bertentangan dengan
norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dan melalui rohaninya manusia dituntut
untuk senantiasa dapat mengolah rohaninya yaitu dengan cara beribadah sesuai
dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya.
Antara manusia
dan peradaban mempunyai hubungan yang sangat erat karena diantara keduanya
saling mendukung untuk menciptakan suatu kehidupan yang sesuai kodratnya. Suatu
peradaban timbul karena ada yang menciptakannya yaitu diantaranya ada faktor
manusianya yang melaksanakan peradaban tersebut.
Suatu peradaban
mempunyai wujud, tahapan dan dapat
berevolusi / berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Dari peradaban pula
dapat mengakibatkan suatu perubahan pada kehidupan sosial. Perubahan ini dapat
diakibatkan karena pengaruh modernisasi yang terjadi di masyarakat.
Masyarakat yang beradab dapat diartikan
sebagai masyarakat yang mempunyai sopan santun dan kebaikan budi pekerti.
Ketenangan, kenyamanan, ketentraman, dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia
beradab dan dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara
kepentingan pribadi dan kepentingan umum.
Perkembangan
dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang
luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang
sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa
digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis, Demikian juga ditemukannya
formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi
kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia.
B. Rumusan Masalah
Berpijak dari latar
belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah pada penulisan makalah ini
adalah :
1. Bagaimana
Hakekat Manusia dan Peradaban?
2. Bagaimana Wujud
dan Perkembangan Peradaban?
3. Bagaimana
Peradaban dan Perubahan Sosial?
4. Bagaimana
Masyarakat Yang Beradab?
5. Bagaimana
Problematika Peradaban Dalam Kehidupan Masyarakat?
C.Tujuan
Dalam
penyusunan makalah ini, tujuan yang hendak dicapai adalah:
1. Mengetahui
Hakekat Manusia dan Peradaban.
2. Mengetahui
Wujud dan Perkembangan Peradaban.
3. Mengetahui
Peradaban dan Perubahan Sosial.
4. Mengetahui
Masyarakat Yang Beradab.
5. Mengetahui
Problematika Peradaban Dalam Kehidupan Masyarakat.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakekat Manusia dan Peradaban
1. Makna Manusia
Manusia
seutuhnya adalah sebuah matriks yang mempunyai akal, jasmani dan rohani.
Melalui akalnya manusia dapat menciptakan dan mengembangkan teknologi, lewat
jasmaninya manusia dapat menerapkan dan merasakan kemudahan yang diperolehnya
dari teknologi tersebut sedangkan melalui rohani terciptalah peradaban. Lebih
dari itu melalui ketiganya (akal, jasmani, rohani) manusia dapat membuat
perubahan di berbagai bidang sesuai dengan perjalanan waktu yang dilaluinya
sebagai upaya penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi pada lingkungan
sekitarnya. Aspek inilah yang menjadi pembeda antara manusia dengan mahluk
lainnya dalam hal kemampuannya beradaptasi dengan alam.
Manusia dalam kehidupannya mempunyai
tiga fungsi, yaitu :
- Sebagai makhluk tuhan
2.
Sebagai makhluk
individu
3. Sebagai
makhluk sosial budaya
Sebagai makhluk pribadi, manusia terus
melakukan interaksi dengan sesamanya sebagai jalan mencari pemahaman tentang
dirinya, lingkungan dan sarana untuk pemenuhan kebutuhan yang tidak dapat
diperolehnya sendiri. Interaksi tersebut sebagai cikal terbentuknya suatu
komunitas sosial yang selanjutnya melahirkan aturan-aturan dan norma yang
disepakati bersama untuk mengatur interaksi yang terjadi tersebut. Sejarah
peradaban manusia menunjukkan bahwa konsep dasar keorganisasian dan manajemen
bukan merupakan sesuatu yang baru. Beberapa peninggalan bersejarah baik yang
berupa bangunan, tulisan atau yang sejenisnya dari beberapa dinasti di seluruh
dunia yang dibuat beberapa ribu tahun silam merupakan saksi bisu yang
menguatkan pernyataan di atas. Keberadaan dinasti tersebut seolah mengatakan
bahwa masyarakat pada saat itu sudah mengenal organisasi yang mengatur segala
macam interaksi yang terjadi antar individu dalam masyarakat, sedangkan
peninggalan sejarah (misalnya tujuh keajaiban dunia) bisa dikatakan sebagai
sebuah maha karya yang tak akan terwujud bila proses pembuatannya tidak
menggunakan konsep manajemen yang benar-benar brilian.
2.
Makna Adab dan
Peradaban
Istilah peradaban dalam bahasa Inggris
disebut Civilization.
Istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita
terhadap perkembangan kebudayaan. Definisi peradaban menurut Koentjaraningrat
menyatakan bahwa peradaban merupakan bagian dan unsur kebudayaan yang
halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan
santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang
mempunyai system teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.
Pada waktu perkembangan kebudayaan
mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah,
tinggi, sopan, luhur dan sebagainya, maka masyarakat pemilik kebudayaan
tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi.
Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa
sangat dipengaruhi oleh faktor:
l Pendidikan,
l Kemajuan
teknologi dan
l Ilmu pengetahuan.
B. Wujud dan Perkembangan Peradaban
1. Wujud
Peradaban
Wujud dari peradaban dapat berupa :
1. Moral : nilai-nilai dalam masyarakat dalam
hubungannya dengan kesusilaan.
2. Norma : aturan,
ukuran, atau pedoman yang dipergunakan dalam menentukan sesuatu benar atau
salah, baik atau buruk.
3. Etika : nilai-nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan
buruk yang menjadi pegangan dalam megatur tingkah laku manusia. Bisa juga diartikan sebagai etiket,
sopan santun.
4. Estetika : berhubungan dengan segala sesuatu
yang tercakup dalam keindahan, mencakup kesatuan (unity), keselarasan
(balance), dan kebalikan (contrast).
2. Evolusi Budaya dan Tahapan Peradaban
a. gelombang pertama sebagai tahap
peradaban pertanian, dimana dimulai kehidupan baru dari budaya meramu ke
bercocok tanam. ( revolusi agraris)
b.
gelombang kedua
sebagai tahap peradaban industri penemuan mesin uap, energi listrik, mesin
untuk mobil dan pesawat terbang. (revolusi
industri)
c.
gelombang ketiga
sebagai tahap peradaban informasi. Penemuan TI dan komunikasi dengan computer
atau alat komunikasi digital.
C. Peradaban dan Perubahan Sosial
Perubahan menyebabkan
ketidaksesuaian antara unsur-unsur social yang ada dalam masyarakat sehingga
menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai dengan fungsinya bagi
masyarakat yang bersangkutan.
Penyebab atau
faktor – faktor terjadinya perubahan :
Faktor Internal :
a.
Bertambah dan berkurangnya penduduk
b. Adanya penemuan – penemuan baru
c.
Konflik dalam masyarakat
d. Pemberontakan dalam masyarakat
Faktor External :
a.
Faktor alam yang berubah
b. Pengaruh kebudayaan lain
1. Tradisi
Tradisi (Bahasa Latin: traditio, "diteruskan") atau kebiasaan,
dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan
untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama.
2. Modernisasi
Modernisasi
berasal dari bahasa latin yaitu modo
(cara) dan ernus (masa kini). Secara
harfiah modernisasi berarti proses menuju masa kini atau proses menuju masyarakat
yang modern.
Modernisasi
diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak
dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada
suatu masyarakat yang modern.
Dengan dasar pengertian di atas maka secara garis besar
istilah modern mencakup pengertian sebagai berikut.
a. Modern
berarti berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan meningkatnya tarat
penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan merata.
b. Modern berarti berkemanusiaan dan tinggi
nilai peradabannya dalam pergaulan hidup dalam masyarakat.
Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa sebuah modernisasi memiliki
syarat-syarat tertentu, yaitu sebagai berikut :
b. Sistem administrasi negara
yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi.
c. Adanya sistem pengumpulan data
yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu
d. Penciptaan iklim yang
menyenangkan dan masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.
e. Tingkat
organisasi yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di lain
pihak berarti pengurangan kemerdekaan.
Adapun
syarat-syarat dari modernisasi terdiri dari :
1.
Cara berfikir ilmiah.
2.
Sistem administrasi Negara yang baik.
3.
Kedisiplinan yang tinggi.
4.
Mampu menciptakan suasana yang kondusif.
3. Masyarakat Madani
Dalam Bahasa Inggris, ia berasal
dari kata civil society atau masyarakat sipil, sebuah kontraposisi dari
masyarakat militer.
Merujuk pada
Bahmueller (1997), ada beberapa karakteristik masyarakat madani, diantaranya:
1.
Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok
ekslusif kedalam masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial.
2. Menyebarnya kekuasaan sehingga
kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh
kekuatan-kekuatan alternatif.
3.
Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara
dengan program-program pembangunan yang berbasis masyarakat.
4. Terjembataninya
kepentingan-kepentingan individu dan negara karena keanggotaan organisasi-organisasi
masyarakat mampu memberikan masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan
pemerintah.
Dari beberapa ciri tersebut, kiranya dapat dikatakan bahwa masyarakat madani adalah sebuah
masyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan
kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan
kepentingan-kepentingannya; dimana pemerintahannya memberikan peluang yang
seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan program-program
pembangunan di wilayahnya.
D. Masyarakat
yang Beradab
Masyarakat yang beradab dapat
didefinisikan sebagai masyarakat yang mempunyai sopan santun dan kebaikan budi
pekerti. Atau dapat pula diartikan sebagai masyarakat yang santun dan telah
maju tingkat kehidupan lahir batinnya..
Ketenangan, kenyamanan, ketentraman, dan kedamaian sebagai
makna hakiki manusia beradab dan dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi
yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum.
E. Problematika Peradaban dalam Kehidupan
Masyarakat
1.
Kemajuan IPTEK
Bagi Peradaban Manusia
Secara
harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian
teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi
kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat.
Sedangkan
menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai”
keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi
dalam setiap bidang kegiatan manusia”Pengertian teknologi secara umum adalah: proses yang meningkatkan nilai tambah, produk yang digunakan dan dihasilkan untuk
memudahkan dan meningkatkan kinerja, Struktur
atau sistem di mana proses dan produk
itu dikembamngkan dan digunakan
Kemajuan
teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini,
karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu
pengetahuan. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam
melakukan aktifitas manusia. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan
untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan
digunakan untuk hal negatif.
2.
Dampak
Globalisasi Bagi Peradaban Manusia
Arus
globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya
bangsa Indonesia. Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata
menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai
pelestarian budaya. Perkembangan 3T (Transportasi, Telekomunikasi, dan
Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri
sendiri . Budaya Indonesia yang dulunya ramah-tamah, gotong royong dan sopan
berganti dengan budaya barat, misalnya pergaulan bebas. Saat ini, ketika
teknologi semakin maju, ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut semakin
lenyap di masyarakat. Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut, bila
dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan
pendapatan untuk pemerintah baik pusat maupun daerah, juga dapat menjadi lahan
pekerjaan yang menjanjikan bagi masyarakat sekitarnya. Hal lain yang merupakan
pengaruh globalisasi adalah dalam pemakaian bahasa indonesia yang baik dan
benar (bahasa juga salah satu budaya bangsa).
Beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya pergeseran
kebudayaan/peradaban yang disebabkan oleh pengaruh globalisasi, diantaranya
yaitu :
1. Pemerintah
perlu mengkaji ulang peraturan-peraturan yang dapat menyebabkan pergeseran
budaya bangsa
2. Masyarakat perlu berperan aktif dalam
pelestarian budaya daerah masing-masing khususnya dan budaya bangsa pada
umumnya
3. Para pelaku usaha media massa perlu
mengadakan seleksi terhadap berbagai berita, hiburan dan informasi yang
diberikan agar tidak menimbulkan pergeseran budaya
4. Masyarakat perlu
menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan
dan berdampak negative.
5. Masyarakat harus berati-hati dalam meniru
atau menerima kebudayaan baru, sehingga pengaruh globalisasi di negara kita
tidak terlalu berpengaruh pada kebudayaan yang merupakan jati diri bangsa kita.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manusia seutuhnya adalah sebuah matriks
yang mempunyai akal, jasmani dan rohani. Manusia dalam kehidupannya mempunyai
tiga fungsi, yaitu : Sebagai makhluk tuhan, Sebagai makhluk individu dan
Sebagai makhluk sosial budaya.
Peradaban merupakan bagian dan unsur
kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu
pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi
kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai system teknologi dan masyarakat kota yang
maju dan kompleks. Masyarakat yang beradab dapat didefinisikan sebagai
masyarakat yang mempunyai sopan santun dan kebaikan budi pekerti.
DAFTAR PUSTAKA
4. http://www.google=pengaruh
globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan
daerah.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar